22Juli2017

English French German Italian Portuguese Russian Spanish
Selasa, 10 Desember 2013 23:17

Menyembuhkan Luka Dengan Telur

Terpenuhinya kebutuhan gizi tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh tapi juga mampu mempercepat kesembuhan jika terjadi luka.

"Pasien yang tergolong kekurangan, kalori, protein, mineral dan nustrisi bisanya lambat dalam hal  menyembuhkan luka," kata dr Vera Ekasari SpBP dari RSU Bunda, Jakarta.

Ia memberikan contoh terpenuhinya kebutuhan protein akan mampu menyembuhkan luka melalui  darah. Jika kekurangan protein bisa dilakukan infus 3 hari atau  asupan gizi (30 gram/ kilogram berat badan/hari).

"Bisa juga konsumsi enam putih telur per hari. Kalau enggak mau infus minum obat," katanya.

Luka makin susah disembuhkan dalam waktu cepat jika yang bersangkutan tergolong kurang nustrisi atau malnustrisi. "Jika malnustrisi kronik akan memiliki penyembuhan paling  lama," katanya.

Apakah ada luka yang tidak bisa disembuhkan?. "Ada tapi sedikit sekali. Kalaupun pasien mempunyai masalah diabetes tetap bisa ditutup lukanya selama dia mau kontrol gula darah, penuhi kadar protein," katanya.

Jika  memang pasien juga punya penyakit penyerta, keduanya harus dilakukan penanganan secara bersamaan. Jadi misalnya penanganan diabetes dan luka jalan bareng. "Kalau ditelantarkan berbahaya. Jadi harus dilakukan stimultan," katanya.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM,

Read 1202 times