27Mei2017

English French German Italian Portuguese Russian Spanish
Minggu, 15 September 2013 10:15

Frustasi Cari Rumah di Bumi? Pindah Saja Ke Mars!

KOMPAS.com — Umat manusia memiliki kesempatan menyaksikan sejarah besar bahwa manusia bisa tinggal di luar Bumi. 

Setidaknya, begitulah klaim organisasi nirlaba, Mars One Foundation.

Mars One Foundation, Senin (9/9/2013) lalu, sudah menutup pendaftaran bagi sukarelawan yang ingin terbang dan bermukim di Planet Mars pada 2023 mendatang. Sebanyak 202.586 sukarelawan dari 140 negara sudah mengajukan aplikasinya. Sukarelawan terbanyak datang dari Amerika Serikat (24 persen), India (10 persen), China (6 persen), Brasil (5 persen), Inggris Raya (4 persen), Kanada (4 persen), Rusia (4 persen), Meksiko (4 persen), Filipina (2 persen), Spanyol (2 persen), Kolombia (2 persen), Argentina (2 persen), Australia (1 persen), Perancis (1 persen), Turki (1 persen), Cile (1 persen), Ukraina (1 persen), Peru (1 persen), Jerman (1 persen), Italia (1 persen), dan Polandia (1 persen).

The Mars One Foundation merupakan organisasi nirlaba yang mengusahakan tempat tinggal permanen bagi manusia di Planet Mars pada 2023 mendatang. Organisasi ini tidak hanya memanfaatkan teknologi yang ada saat ini untuk membangun hunian bagi manusia di Planet Mars, tetapi juga mengumpulkan dan melatih para sukarelawan terpilih.

Menurut situs resminya, organisasi ini sudah mulai merancang kegiatannya sejak 2011 lalu. Setiap tahun, akan ada persiapan khusus hingga akhirnya para sukarelawan dapat berangkat menuju Mars pada 2023 mendatang.

Sayangnya, tidak semua sukarelawan akan berangkat ke Planet Mars. Menurut Mars One, seperti dikutip www.dezeen.com, sukarelawan ini akan disaring kembali dalam tiga putaran selama dua tahun.

Dalam dua tahun mendatang, Mars One akan memilih sepuluh tim yang masing-masing berisi empat anggota untuk menjalani pelatihan selama tujuh tahun. Hingga sampai 2023, hanya satu tim berisi empat orang anggota yang akan terbang menuju Mars dan tinggal secara permanen di planet tersebut.

Para sukarelawan ini akan bergabung pada proyek senilai empat miliar poundsterling atau sekitar Rp 71,8 triliun yang didanai oleh pengusaha asal Belanda, Bas Lansdorp, pada 2012 lalu. Proyek tersebut berencana menyediakan lingkungan hidup seluas 1.000 m3, atau sekitar 250 m3 perorang bagi tim berisi empat orang. 

Koloni mungil berjumlah empat orang yang berangkat dari bumi tersebut rencananya akan tinggal di dalam "Living Unit". 

"Living Unit" atau "Unit untuk Hidup" tersebut memiliki ruang dengan bentuk unik kedap udara yang aman digunakan oleh para astronot. Sebelum para para astronot sukarelawan sampai di Planet Mars, tempat tinggal ini akan lebih dahulu sampai dan didirikan. Maka, para astronot dapat segera menempatinya dan beradaptasi selama 48 jam dengan gravitasi Mars.

Rencananya, dua Rover akan dikirim lebih dahulu ke Planet Mars untuk mengeksplorasi permukaan planet tersebut. Rover akan mencari lokasi terbaik yang mampu ditinggali oleh manusia. Setelah menemukan lokasi yang tepat, Rover akan menyediakan ruang untuk mendirikan Living Unit.

Di sekitar Living Unit akan tersedia panel solar. Sementara itu, di dalam Living Unit akan tersedia berbagai kebutuhan bagi para penduduk Mars dari Bumi. Mereka akan memiliki material untuk membangun ruangnya masing-masing, membuat lantai, serta menghubungkan peralatan listrik. Bahkan, para astronot bisa memiliki kamar mandi dan dapur. Selain itu, ada pula perkebunan dalam ruangan untuk menanam berbagai bahan makanan.

"Life Support Unit" juga akan menyertai para astronot. Dari unit ini, para astronot bisa mendapatkan listrik, kreator air portabel, serta ekstraktor nitrogen dan argon. Life Support Unit ini akan tersambung pada Living Unit untuk menyediakan oksigen, nitrogen, dan argon untuk menciptakan lingkungan ideal bagi astronot.

Nah, Anda tertarik tinggal di Mars? Teknis dan informasi mengenai keberangkatannya bisa Anda lihat di www.mars-one.com.

Read 896 times