22Juli2017

English French German Italian Portuguese Russian Spanish
Rabu, 19 November 2014 13:47

Pemetik Apel

Cerita & Gambar Oleh : Teuku Medy

Lucy melihat apel yang ranum tergantung di sebuah dahan yang agak tinggi.

Perlahan dia mendekati dahan itu dan menjulurkan tangannya.

"Aih, terlalu tinggi." pikir Lucy.

Lucy melihat sekelilingnya, mencari ranting pohon yang agak panjang namun tidak dia temukan.

Sesaat dia memandangi apel ranum itu.

Hop! Lucy melompat mencoba meraih apel tapi tak berhasil.

"Sedikit lagi." pikirnya.

Kembali ia melompat. Lagi dan lagi. Namun masih juga belum berhasil.

Lucy mulai kelelahan.

"Kenapa, sayang?" Tiba-tiba Ayah muncul dan membelai pundaknya.

"Aku ingin apel itu, Yah!"

"Ambillah!"

"Tapi apel itu terlalu tinggi. Aku tidak dapat meraihnya. Lihatlah!" Lucy kembali melompat mencoba menggapai apel itu.

Ayah tersenyum.

"Cobalah kau mundur beberapa langkah."

Lucy mengikuti saran ayahnya. Ia melangkah mundur.

"Sekarang, berlarilah yang kencang ke arah apel itu."

Sesaat Lucy mengernyitkan keningnya.

"Berlarilah. Jangan ragu!"

Perlahan Lucy mengayunkan langkah kakinya dan mulai berlari kencang. Ketika dia hampir mendekati dahan apel itu, tiba-tiba ayah berteriak lantang.

"Melompatlah yang tinggi!"

Hop! Lucy pun melompat. Kali ini dia melompat sangat tinggi sehingga tangannya berhasil menyentuh apel. Dengan sigap, dia menggenggam apel itu dan menariknya.

"Aku berhasil, Ayah!" pekik Lucy gembira.

Ayah tersenyum.

"Tahukah kau, Nak? Ketika kau ingin menggapai sesuatu yang lebih tinggi, terkadang kau harus mundur dahulu agar dapat melompat lebih tinggi sehingga bisa meraih yang kau inginkan."

Lucy terdiam.

"Begitu juga dalam hidup ini. Ada kalanya kita harus mundur, menyusun rencana yang lebih matang dan menghimpun kekuatan lalu maju kembali untuk meraih yang terbaik."  ***

Halo Anak Bijak Berwawasan

www.haloanak.com
TIDAK UNTUK DUPLIKASI KOMERSIL
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

 

Read 754 times