22Juli2017

English French German Italian Portuguese Russian Spanish
Selasa, 02 Desember 2014 14:59

Salfira & Payung Buruk

Cerita & Gambar Oleh : Teuku Medy

Salfira, gadis kecil yang sangat cantik, hidup bersama ibu dan kakak tirinya.
Sepanjang hari ia bekerja di ladang dan di dapur melayani mereka.

Suatu malam ketika musim dingin di mana butir-butir salju turun dengan derasnya, ibu tiri menyuruh Salfira pergi mencari kentang di ladang.

“Bolehkah besok saja, Bu?” Salfira memohon. “Udara sangat dingin dan salju turun dengan lebatnya...”

“Aku tidak mau kelaparan malam ini. Pergilah ke ladang sekarang dan cari kentang yang banyak!”

Dengan menggigil, Salfira membuka pintu. Payungnya yang buruk dikembangkan agar tubuhnya tidak terkena butiran salju.

Angin dingin bertiup kencang ketika pintu dibuka. Salfira memegang erat payungnya agar tidak terbawa angin.

Namun angin semakin kencang bertiup, menghentakkan payung dan menerbangkannya ke atas.

Salfira menjerit kaget. Tubuhnya ikut melayang bersama payung yang dipegangnya.

“Ibu, tolong aku!”

Ibu dan kakak tirinya berlari keluar. “Lepaskan tanganmu dari payung itu, bodoh!!!” teriak mereka.

Salfira ketakutan. Dia tidak berani melepas payungnya yang terus membawanya terbang tinggi.

Orang-orang segera keluar mencoba menolong Salfira. Ada yang membawa kasur, ada yang melemparkan tali untuk meraih Salfira.

Semuanya menjadi panik.

“Melompatlah ke kasur ini!”

“Tangkap tali ini!”

Jon si atlet lompat galah membawa galahnya yang panjang dan melompat tinggi-tinggi mencoba meraih Salfira namun sia-sia.

Salfira semakin tinggi dan jauh melayang.

Ia menangis dan memegang erat payungnya.

Ia memejamkan matanya, tidak berani melihat ke bawah.

***

Malam semakin larut. Bintang-bintang bertebaran di langit yang bersih.
Hati Salfira sedikit terhibur menatap cahaya bintang.

“Semoga Payung ini segera membawaku turun...” harapnya.

Salfira melayang melewati lautan yang luas.
Dan ketika matahari mulai menyingsing, ia melihat padang bunga yang sangat indah terhampar di hadapannya.

Perlahan payung yang dipegangnya menurun, semakin lama semakin rendah.

“Hei, lihat! Ada yang turun dari langit!” Teriak seseorang.

Ternyata pangeran sedang berkemah di padang bunga itu.

Pangeran dan para pengawalnya segera mengejar payung yang terbang merendah.

Salfira yang sudah kelelahan tak kuat lagi memegang gagang payungnya. Genggamannya terlepas dan ia pun terjatuh!

Salfira menjerit ketakutan. Namun dengan sigap pangeran menangkapnya. Salfira jatuh di pangkuan sang pangeran!

Pangeran terpana menatap wajah Salfira yang sangat cantik. Jantungnya berdegup kencang dan ia pun jatuh hati kepadanya.

“M-Maukah kau tinggal bersamaku di istana?”

Salfira tidak menjawab. Ia terkesima dengan ketampanan dan kebaikan hati sang pangeran.

Jantungnya pun berdegup kencang karena bahagia sehingga ia tidak mampu berkata sepatah kata pun.

Ketika matahari mulai meninggi, rombongan pangeran dan Salfira berjalan menjauh meninggalkan padang bunga yang indah itu menuju ke istana yang megah.

Suatu ketika Salfira dan Pangeran menikah dan mereka hidup bahagia selamanya.

Bagaimana dengan payung Salfira yang buruk itu?
Tentu saja dia tetap menyimpannya.
Salfira menyimpan payung buruknya itu di sebuah kotak kaca yang indah sebagai kenangan akan perjalanan hidupnya.

Dan jika kau berkunjung ke istana itu, kau dapat melihat payung buruknya masih berada di sana sampai saat ini!   *** Halo Anak Bijak Berwawasan

Bandung, 20 Maret 2013 - Rabu

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
TIDAK UNTUK DUPLIKASI KOMERSIL
www.haloanak.com
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

Read 776 times