27Mei2017

English French German Italian Portuguese Russian Spanish
Jumat, 30 Agustus 2013 12:56

Ajaib, Gadis Ini Tidur Selama 2 Bulan

DREAMERSRADIO.COM - Peristiwa ini bukan cerita dongeng juga bukan binatang yang hibridasi atau tidur panjang selama musim dingin. Tapi ini adalah kisah seorang gadis bernama Imaarl Duprey yang menjelma menjadi sosok putri tidur, karena ia bisa teridur berhari-hari bahkan hingga dua bulan.

Dilansir dari Dailymail, gadis cantik berusia 23 tahun ini di diagnosis menderita Kleine Levin Syndrom (KLS) atau dikenal dengan Sleeping Beauty Syndrom. Sindrom ini berawal ketika dirinya berusia 18 tahun. Ia tertidur selama 10 hari setelah dirinya menghadiri sebuah pesta keluarga.

Seiring berjalannya waktu, Imaarl pun merasakan keanehan, ia mengaku sering merasakan kantuk tanpa sebab, kemudian lemas, pandangan kabur dan tertidur dalam jangka waktu yang lama. Meski demikian, sindrom ini tidak menyerang setiap hari, namun sekali menyerang Imaarl tidak memiliki persiapan.

“Suatu malam saya berada di sebuah pesta, tiba-tiba aku berbaring di lantai. Semua orang berjalan melewatiku. Untungnya, pihak hotel menemukan saya sudah tertidur dan saya diantar ke tempat teman-teman saya. Sangat menakutkan memikirkan hal seperti terjadi lagi ,” ungkap Imaarl.

Namun, lama-kelamaan dirinya mulai  mengenali gejala yang muncul jika sindrom putri tidur menyerang. Menurutnya gejalanya mirip pengaruh obat bius. Imaarl mulai lemas, pandangan kabur dan hilang kesadaran. Pernah suatu hari, Imaarl merasakan gejala ini di kelas. Dia langsung keluar dan menelepon ibunya sambil menangis. Di saat seperti itu, Imaarl bahkan lupa di mana alamat rumahnya.

Jika telah tertidur, maka Imaarl tidak akan bisa bangun. Ia mandi, makan, minum, dan nonton tv dalam kondisi tidur atau tidak sadar. Sehingga ibu dan saudaranya yang sering membantu Imaarl jika sedang terserang sindrom tersebut.

Tidak ada yang tahu kapan Imaarl bangun jika sindrom sudah menyerang, bisa sepuluh hari, bahkan pernah hingga dua bulan. Kondisi ini pernah membuat Imaarl melewatkan ujian di kampus dan membuatnya harus mengulang mata kuliahnya yang terlewatkan.

Sering tidur sampai berhari-hari membuat Imaarl memeriksakan diri ke rumah sakit. Dia sudah menjalani scan tumor otak dan tes narkolepsi. Tidak ada yang salah dengan kesehatannya, karena sindrom ini tidak menyerang kondisi fisik.

Sementara itu, Dr Guy Leschzines, konsultan neurologi mengatakan sindrom ini merupakan gangguan neurologis yang sangat langka dan ditandai dengan rasa kantuk dan waktu tidur selama berhari-hari atau beberapa minggu.

Baca Juga :

Gadis 15 Tahun Yang Menua

Posisi Tidur Yang Bikin Jerawatan

Biasakan Anak Tidur Lebih Awal

Berapa Jam Anak Harus Tidur ?


Read 1008 times