25Mei2017

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Osteoporosis Pada Anak

Written by 

Osteoporosis adalah kondisi pengeroposan pada tulang yang menimbulkan nyeri pada tulang tersebut. Bahkan seseorang yang mengalami osteoporosis tidak jarang tulangnya seolah-olah mau patah. Biasanya hal ini dialami wanita dengan usia antara 18 - 30 tahun.
Tapi, mungkinkah osteoporosis terjadi pada anak-anak?

Osteoporosis mungkin saja terjadi pada anak dan remaja. Kondisi ini disebut osteoporosis sekunder yang terjadi karena penyakit lain atau mengonsumsi obat tertentu. Namun, hal ini bisa menjadi masalah serius karena pembentukan tulang anak menjadi tidak maksimal. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa semakin tinggi puncak masa tulang maka semakin rendah kemungkinan terjadinya osteoporosis di kemudian hari.
 
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai osteoporosis pada anak Anda bia menyimak beberapa info berikut.
 
Gejala osteoporosis pada anak
Gejala osteoporosis pada anak memang tidak terlihat jelas. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memperhatikan anak. Akan tetapi, osteoporosis pada anak biasanya menimbulkan rasa nyeri di bagian punggung bagian bawah, lutut, pinggang, telapak kaki, pergelangan kaki, bentuk tulang belakang yang abnormal (membungkuk atau bengkok), serta sulit berjalan.
 
Cara mengatasinya
Anda dapat memberikan asupan yang kaya kalsium seperti susu, yoghurt, keju, serta sayuran hijau. Selain itu, kebutuhan vitamin D pun harus terpenuhi dengan memperbanyak paparan terhadap sinar matahari selama 30 - 60 menit tiap pagi hari (sebelum jam 10 pagi). Anda pun harus membatasi anak dalam mengonsumsi kafein, seperti kopi, teh, cokelat, dan minuman bersoda.
 
Namun, pada beberapa kasus, osteoporosis pada anak membutuhkan terapi dalam pemulihannya. Jadi, meski osteoporosis terbilang ringan, Anda harus tetap mengatasi dan mengobatinya supaya tulang anak dapat tumbuh maksimal.
 

Di-review oleh: dr. Rahajeng A.P
Sumber: www.meetdoctor.com
Illustrasi :thinkstockphotos

Read 515 times